​Ngobrolin (Printilan) CISAK #2 : Pre-Departure Stories!

Yes, Assalamu’alaykum, teman-teman! 🙂 Annyeong haseyo. Alhamdulillah, akhirnya bisa lanjutin nulis cerita ‘sekuel’ soal CISAK dan Seoul, walaupun jedanya sampai berminggu-minggu ya haha (maafin).

Sesuai yang saya sampaikan di “Ngobrolin CISAK #1”, di bagian kedua ini, saya pingin berbagi kisah-kisah printilan alias bumbu-bumbu daan acara-acara non-formal – yang kami bikin sendiri – di luar acara inti CISAK. Ibarat masakan, meskipun bahan utamanya ada, tapi kalau gak pake bumbu yang enak kan..ya datar-datar aja gitu rasanya. Jadi, bumbu-bumbu ini menjadi penting supaya perjalanan di muka bumi semakin tertata rapi, happy dan bikin bersyukur #asyik.

Oke, dimulai dari cerita persiapan keberangkatan dulu ya 🙂 Nanti di sekuel #3, in syaa Allah, kisah tentang acara jalan-jalan 6 anak manusia menjelajahi beberapa bagian kota Seoul yang sangat singkat dan hemat (bukan ala ala syahrini) akan diceritakan (hahaha, jangan harap berlebih yak, nanti kamu patah hati).

1. VISA

Saya bahas sedikit saja. Sisanya silakan eksplor atau tanya-tanya lebih lanjut sama informasi resmi from embassy representative, atau mungkin ke kenalanmu yang baru saja ke korea tahun 2017 (biar lebih update gitu, siapa tahu ada perubahan; selain karena saya juga udah agak lupa). Well, informasi yang ditulis di sini, mengacu pada aturan di sekitar Juli-September 2016.

Dulu, sebagian peserta berangkat ke Seoul pake visa holiday, sebagian pake visa konferensi. Persyaratannya keliatannya sih lebih simpel yang visa konferensi, karena kamu sudah jelas-jelas diundang (ada invitation/acceptance letternya).

Untuk visa holiday, secara umum, berkas-berkas yang dibutuhkan:

~KTP (fotokopi) (*agak lupa);

~Passport aseli dan fotokopi passport halaman depan, belakang, dan yang sudah bervisa dan bercap negara-negara lain.

~Kartu Keluarga (fotokopi) atau scan/fotokopi paspor kamu, dan orangtua (yang ini saya agak lupa ya, tapi di bundel berkas saya ada ini);

~bukti keuangan->Surat Referensi Bank DAN rekening koran (at least di rekeningmu ATAU penanggungjawabmu, such as father atau husband, ada dana yang cukup untuk kamu hidup di Korea Selatan selama durasi tinggal kamu. Contoh: 7 juta katanya cukup kalau hanya 4 hari. Amannya silakan tambahin sendiri);

~surat keterangan kerja, contoh: SK (bagi yang kerja); Bagi yang gak kerja diganti surat keterangan kerja ayah/suami, DAN surat keterangan pelajar (bagi yang masih sekolah), atau ijazah universitas (bagi yang fresh graduate tapi belum kerja);

~SIUP atau PPT tahunan bagi yang bekerja; bagi yang gak bekerja, diganti dengan SIUP/PPT tahunan orangtua atau suami (penanggung jawab hidupmu #ea)

~Formulir visa dan foto (ukuran fotonya ada di formulirnya kok).

~Tiket pesawat dan bukti booking tempat menginap, khususnya untuk yang apply visa holiday (optional, tapi kalau ada lebih baik); anyway buat yang mau tinggal di tempat saudara atau teman, musti lampirin juga surat undangan dari teman atau saudara tersebut.

~Jangan lupa BAYAR, guys. Wkwk. Dulu sekitar 600ribu untuk single visa *kalau gak salah.
Untuk yang visa konferensi, saya kurang tau lengkapnya, yang jelas invitation letter harus dilampirkan.

Oya, sedikit sharing pengalaman yang lalu, terutama bagi kamu yang berangkat dari luar kota ke Jakarta buat ngurus visa sendiri, PLEASE PASTIKAN semua persyaratan sudah lengkap dan sesuai yang diminta. Untuk memastikan, jangan hanya mengandalkan website kedutaan (soalnya suka gak diupdate gitu, nyebelin ya? Haha). TELPON!, dan tanyakan dengan pasti syaratnya apa aja. Dulu saya pas pertama ke kedutaan ada syarat yang kurang lengkap. Saya pakai informasi yang di website. Eh, pas ke sana, dikasih lembaran isinya persyaratan visa, yang TRULY DIFFERENT alias banyak berkas yang gak tertulis di website. Protes pun percuma, minta berkas yang kurangnya nyusul juga percuma. Tetap diminta pulang dan lengkapi dulu baru balik lagi. Alhamdulillah, setelah dilengkapi dan balik lagi, sambil dag dig dug ser, visaku diterima dan bisa diambiiil! And.. the adventure was begun!
P.s.: kalau kamu ogah ribet, bisa pakai agen juga. Ya preferensi masing-masing aja. Saya entah kenapa lebih seneng urus sendiri, selain karena lokasi masih relatif dekat (2 jam dari Jakarta), saya pun alhamdulillah masih sanggup ngurus sendiri, plus biar ada pengalaman (plus lagi, karena suka jalan-jalan/ngebolang sendirian hahaha).

2. TIKET PESAWAT

Yuhu, gak mungkin bisa berangkat juga kalau gak ada ini (ya bisa sih pakai kapal laut, tapi….nyampenya lebih lama hehe). Dulu, saya dan teman-teman sesama ITB yang berangkat bareng, nyari tiket promo (note: yang setidaknya relatif lebih murah dibanding pada umumnya) via aplikasi tr*v*l*k*). Agak deg-degan sih, soalnya pengennya mah belinya akhir-akhir, tapi takut keburu abis tiket murahnya. Apalagi di aplikasi tersebut, beda pekan bisa beda harga untuk penerbangan yang sama. Minggu ini 3 jutaan PP, minggu depan udah jadi 4jutaan. Duh nyesel banget tiap kali liat harga udah 4 jutaan. Tapi alhamdulillah, minggu berikutnya ternyata berubah lagi jadi 3jutaan! Akhirnya, langsung book *daripada gak dapat lagi. Oh iya, ini kami pakai maskapai AA.

Ada banyak pilihan lain selain aplikasi ini. Silakan pintar-pintar googling atau tanya teman yang jadi agen AA. Kecuali kalau kamu tergolong orang yang kesulitan atau gak bisa pake maskapai low cost seperti AA (karena minimnya fasilitas atau bagasinya banyak misalnya), silakan cari maskapai lain. Ada juga yang berpendapat, AA ditambah bagasi PP sama aja kayak harga promo GA atau M*l*y*i* Airlines. Yaa terserah aja yaa, berdasarkan hitungan dan preferensi masing-masing hehe (dan kondisi keuangan juga). Btw, kalau lagi rejekinya, bisa aja kamu dapatin PP AA 2jutaan (temenku ada yang pernah dapat segini soalnya, tapi mungkin pas season tertentu ya hehe).

Bisa juga kamu cari dengan mencari tiket mencar-mencar! Contoh, cari tiket CGK-KL, KL-ICN, dan seterusnya. Kadang-kadang kalau pinter dan jeli nyarinya, bisa lebih murah kalau dijumlahin. Cari penerbangannya jangan hanya di 1 aplikasi aja, cari juga di website lain, seperti skyscanner, pegipegi, dan lain-lain, banyak kan?
Well, selamat mencoba berbagai cara! 🙂

3. FUND MANAGEMENT

Buat yang masih berstatus mahasiswa saat ikut CISAK (seperti rekan-rekan ITB saya yang lain), lebih bersyukurlah karena kamu punya kesempatan lebih luas untuk cari sponsor baik dari internal fakultas, kampus, ataupun luar kampus seperti BUMN, perusahaan swasta atau kementerian tertentu. Pun begitu kalau orangtua mu menyanggupi untuk membiayai seluruh biaya perjalanan kamu, itung-itung investasi pendidikan masa depan sang anak. Atau kamu punya tabungan sendiri yang bisa mengcover semua biaya misalnya, dari hasil menang lomba atau bisnis atau beasiswa yang rutin kamu sisihkan untuk ikut acara kayak gini. Banyak-banyaklah bersyukur ya 🙂 Yang mau cari sponsor, siapin proposal yang bagus jangan lupa.

Buat yang sudah melepas status mahasiswanya dan bekerja tetap, alhamdulillah, in syaa Allah punya tabungan dari gaji ya :), bisa deh untuk beli tiket promo, makan sehari-hari dan transportasi pakai e-money dan subway. Kalau gajinya berlebih bisa nginep di hotel/penginapan, tapi kalau belum, in syaa Allah ada jalan lain (diceritain setelah ini). Jangan lupa sedekahnya #ea.

Buat yang sudah melepas status mahasiswa tapi belum bekerja tetap, atau misal kerja freelance aja; well, salah satu pengelolaan biar at least dananya cukup untuk hal-hal krusial, bisa dengan cara-cara di bawah ini (bisa juga dipakai sama yang mahasiswa jika kondisinya sesuai):

~Nabung! Ini truly important. Sejak pertama kamu dinyatakan lolos abstrak dan diundang ke Seoul, makin giatlah menabung! Lumayan loh ada waktu tambahan sekitar 2-4 bulan kan? (sebelumnya juga udah harus terbiasa nabung ya). Nabung dari honormu yang walau tidak begitu besar, nabung dari THR tempat kerja (atau ortu kalau masih dapat wkwk), nabung dari uang bulanan (kalau masih dapat). Intinya nabung dari semua pemasukan. Alhamdulillah, sepengalaman saya, uang tabungan saya itu bisa menutupi tiket pesawat PP (walaupun di awal ditalangin dulu pake uang ortu, tapi alhamdulillah terbayar), biaya pendaftaran konferensi dan biaya pembuatan visa. Alhamdulillah banget, kan? If there is a will, in syaa Allah there are many ways hehe.

~Buat rencana keuangan selama di Seoul, jadi kamu bisa tahu kira-kira bakal habis berapa, paling MINIMAL dan MAKSIMAL (termasuk dana buat oleh-oleh). Kalau dulu pas saya orat oret keuangan, salah satu yang bakal bikin bengkak selama di sana adalah akomodasi alias penginapan. 4 malam bisa ngabisin 1 juta sendiri (ini penginapan yang tergolong ‘murah’. Yang mahal? Ya lebih lah). So, saya putar akal. Akhirnya saya coba kontak kenalan saya yang tinggal di Seoul, dan menanyakan+minta izin, apa ada tempat atau boleh gak saya dan dua atau tiga teman menginap di tempat beliau, atau tempat orang indonesia lain yang menyanggupi. Alhamdulillaaaaah banget, ada 1 keluarga kecil nan baik hati mengizinkan kami untuk tinggal di tempat tinggalnya selama di Seoul :”). Tapi hanya bisa untuk 2-3 perempuan (1 kamar kecil). Ya gapapa, itu sangat-sangat cukup dan sesuai sama jumlah ‘pasukan’ srikandi ITB yang berangkat wkwk. Terus yang laki-laki gimana?? Alhamdulillah lagi, mereka dapat izin menginap di Masjid Indonesia di Yeongdeung-po, Seoul. Yeay! 1-2 juta terselamatkan #eh.

Nah ini penting juga loh untuk komunikasi sama peserta yang berasal dari kampus yang sama dengan kalian (meski tak sekelompok, kita juga beda-beda kok kelompoknya). Itung-itung bisa kerjasama nyari penginapan kayak gini kan wkwk. Bisa sharing biaya lain juga.. Atau kalau kalian prefer menginap di hotel/guest house, bisa juga patungan bayar penginapannya 🙂 karena banyak guest house yang 1 ruangan bisa 3-8 orang.

~Ada satu lagi, jika kamu mau, dan punya waktu dan tenaga lebih, bisa menerima jalinan relasi ‘usaha kecil-kecil-an’ jakarta-seoul. Sambil kerja sama dan belajar berkomunikasi dengan berbagai orang. Alhamdulillah, dari sini bisa mengcover biaya tambahan lain, dulu terpakai untuk bagasi dan tambahan uang jajan.

~Utk makan, selama acara kan dapat dari panitia. Dan selama di rumah, alhamdulillah juga ada makanan (yang halal juga, huhu makasih banyak kakak kami yang baik). Makan di luar? Di hemat-hemat ya hehehehe. Jangan lupa cari yang halal.

~Catatan: untuk saya pribadi, honor freelancer yang ditabung nyatanya masih kurang untuk beberapa biaya hidup di sana (baca: terutama isi ulang e-money yang kesekian kali dan beli oleh-oleh*apalagi kalau kamu kalap*-_-“hehe). Pada akhirnya, alhamdulillah ortu masih kasih dana tambahan untuk jaga-jaga. Tapi, seriously, pengalaman baik 60/70/80/90 persen (saya gak itung berapa persennya) dana yang bisa kamu keluarin dari keringat sendiri itu…akan sangat sangat berharga huhu. Yang pasti, jangan pernah kecewain pihak lain yang sudah bantu atau support dana kamu. Make something that make them say : “alhamdulillah, gak sia-sia ya keluar uang buat kamu.”

So, SEMANGAT buat kamu yang akan berjuang mencari biaya sendiri! 😀 Saya tekankan lagi: If there is a (strong) will, there will be sooo many ways to reach it! Be brave! Jangan lupa banyakin DOA! Serius ini 🙂

P.s. berapa dana yang habis untuk 5 hari (sudah dengan PP)? Depends hemat atau borosnya kamu (terutama saat beli oleh-oleh wkwk karena mahal……… 😦 ada sih promo 10.000 WON dapat 3. Terdengar murah ya, tapi kalau dihitung-hitung sama aja Rp 120.000 dapat 3 wkwkw ya mahal uga untuk harga satuan barang yang gak begitu besar). Total selama di sana bisa 3-5 jutaan. Total keseluruhan, silakan ditambah sama harga tiket pesawat PP, biaya konferensi dan biaya visa kalian 🙂

Oke, sekian dulu sekuel kedua kali ini! Selamat menikmati perjuangan sebelum dan saat di sana! Selamat berdoa, selamat berteman, selamat belajar, selamat presentasi, selamat bermain, selamat jalan kaki lebih lama dari biasanya (wkwk), selamat..sampai tujuan hehe. Yakinlah, tiada hasil yang mengkhianati usaha.

Semoga bermanfaat. Semoga shaum Ramadhan kita tahun ini diterima oleh Allah SWT. Aamiin. Wassalamu’alaykum.

*photo by Nadia Afif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s