‘Unpredictable’ Dreams #30DaysRamadhanWriting 5-6

#30DaysRamadhanWriting

Dulu jaman SMA dan kuliah, sering banget dapat inputan dari training atau seminar yang ngasih tahu bahwa mimpi itu dicateeet, ditulis, ditempel. Yang paling terkenal itu ada video 100 mimpinya alumni IPB yang atas izin Allah, hampir semuanya tercapai.. maa syaa Allah.

.

Sejujurnya, waktu itu saya gak begitu percaya. Ah masa’ sih.. hhmmm.. Tapi, saya coba ikutin juga nulis beberapa mimpi. Walaupun sampai sekarang masih suka ada yg berubah (seiring berkembangnya zaman dan pikiran #ceilahgaya Wkwk), dan walau gak nyampe 100 juga sih..

Saya juga belum begitu percaya tentang mimpi yang sampe gambar nya itu kudu ditempel di tembok kamar (atau di buku, dll).

.

Sampai kemudian, akhirnya saya dibuat ‘agak’ percaya, waktu teman dekat saya cerita bahwa she did it, dan hasilnya sama persis dengan apa yang dia tulis (detail gitu). Hmmm, menarik ya. .

Dulu, saya mungkin bisa dibilang lebih perfeksionis atau lebih ngedetail gitu kalau pengen sesuatu. Tapi sekarang, setelah melewati beberapa pengalaman, saya gak segitu detailnya. I tried to be more flexible and not too strict (buatku ini Alhamdulillah, karena utk tipe orang kayak aku, ini lebih cocok. I need it). .

Terus hubungannya sama judul ‘Unpredictable’ Dreams apa? 

Dalam keberjalanannya, tanpa sy sadari ternyata Alhamdulillah Allah berkenan mengabulkan beberapa mimpi yang bahkan saya gak sadar alias lupa kalau dulu saya pernah nulis itu. Gak terpikir dan gak terprediksi sama sekali bahwa itu akan terjadi. Mulai dari situlah, saya percaya, bahwa the power of dream yang banyak video-video motivasinya itu, benar adanya. Lebih jauh lagi, poinnya ada di “The Power of Du’a”. When you dream it, actually you pray for it, meski hanya di hati kecilmu. Apalagi kalau didoain mulu di sholat-sholatmu. .

.

[Part2]

‘Shock’ yang pertama itu kejadian pas kuliah tingkat akhir, waktu saya baca-baca lagi binder saya. Bindernya itu masih saya pake sejak SMA (#hemat),  dan memang saya sengaja masih nyimpen tulisan2 (yang saya pikir) berkesan di bagian belakang. Karena sebelumnya gak pernah saya baca lagi, jadinya saya lupa deh sama apa yang dulu saya tulis. 

Ternyata saya nemu “Writing Task” dari kelas English Lab dulu. Temanya tentang “Jobs I would Like To Do”. Intinya yang saya tulis dulu : Saya pingin jadi #1 doctor, atau #2 pharmacist, atau #3 teacher. Dan yang paliing banget saya mau itu pilihan nomor 3. Wkwk. Saya juga nulis, pengen masuk ke kampus A/B/C, yang salah satunya kampus S1 saya (walaupun dulu belum kepengen banget masuk situ, cuma biar gaya aja (ala ala anak SMA biasa)ūüėÖ).

Waktu berlalu, sampai saya baca tulisan itu lagi di tingkat 4 perkuliahan, di kampus yang tertulis di situ daaan di jurusan Farmasi (tapi saat itu masuk sininya udah bukan buat gaya-gayaan hehe). Saya kaget karena udah lama lupa tulisan ini. “Lah kok…ini kaaan.. :” “, Alhamdulillah.. 

Setelah lulus pun, saat saya diberi kesempatan mengajar jadi guru lepas, lagi lagi saya kaget pas ngeh kalau ini juga yang dulu saya tulis (pekerjaan nomor 3). Tinggal yang jadi dokter aja nih kayaknya mustahil (kudu kuliah lagi ieu mah) wkwk. Tapi gapapa, siapa tau bisa jadi ‘dokter pribadi’ di rumah sendiri #ea.

Pas SMA juga saya ngimpi banget pengen kuliah di jepang. Masuk kuliah, saya ngimpi pengen tinggal dan keliling eropa, pengen ikut jadi duta Muslim yg baik di sana #aamiin. Saya sempat menuliskan itu. Tapi kemudian mimpi-mimpi itu terlupakan karena hal-hal lain. 

Pas cari beasiswa S2, karena ‘request’ Ibu, akhirnya coba daftar beasiswa Jepang. Padahal aslina saya udah gak begitu minat lagi sama Jepang. Takut stres dan kesusahan wkwk #dasar.

Kemudian ikut juga pameran pendidikan Belanda (Dutch Education Expo). Di sana nemuin jurusan yang kok kayaknya cucok banget sama minatku: Master Nutrition and Health di Wageningen University. Yang mana sebelumnya gak pernah terbersit pengen kuliah di situ. Pernah tahu nama nya aja enggak (makanya kalau ditanya kenapa AWALnya bisa pilih Wage? Jawaban saya, soalnya nemu jurusan yang pas hehe). Saya coba daftar univnya dan beasiswanya (lpdp). 

Alhamdulillah, atas kehendak Allah, Jepang gak lulus, tapi malah dapet yang Belanda+lpdp. Beberapa waktu setelahnya, saya baru sadar bahwa dulu pernah semangat banget ngimpi tinggal di eropa …….
***
Finally, poinnya bukan ada di “unpredictable” nya atau “lupanya” saya sama mimpi yang pernah ditulis. 

Karena…sejak mimpi itu ditulis dan/atau diniatkan, semesta mungkin sudah mendukung. Walaupun kita sempat melupakannya (?).

Tapi, selama kita tetap berdoa, tawakkal dan berusaha, jika memang kata Allah itu baik untukmu, in syaa Allah, it’ll go to you.

“The Power of (Written) Dream” memang ada. Tapi kekuatannya akan hampa jika tidak dilengkapi dengan tawakkal dan keyakinan pada Allah. Keyakinan bahwa Dia lah yang Tahu mana yang terbaik untuk kita. Supaya, ketika ternyata salah satu (atau beberapa) mimpi itu tidak tercapai, kita gak lantas uring-uringan. Tapi kita tetap bersyukur, karena kita yakin, ada kebaikan di tiap ketentuan-Nya.

So, masih bisa gak ya saya ke Jepang? #ea. Ya kalau seandainya gak bisa karena gak baik untuk saya menurut Allah, ya gapapa ūüėä

Hari ke 6 dan ke 7 Ramadhan, Alhamdulillah, masih punya banyak waktu buat doa yg banyak. Selamat merajut  doa dalam mimpi. Semangat! Yuk manfaatkan! #dream #mimpi #selfreminder #motivasi
#dream #mimpi #alhamdulillah #dreamcomestrue

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s