Ngobrolin CISAK #1: Apa itu CISAK?

CISAK? Apa itu CISAK? Yang jelas bukan hewan melata yang katanya suka makan nyamuk dan kalau di buku pelajaran IPA SD dia bisa ototomi. Apakah itu? Cicaaak. #skip #bhay #garing (please jangan langsung close this page~).

****
(jadi tadi itu masih bagian kata pengantar)

Assalamu’alaykum! Semoga keselamatan selalu tercurah untuk kita semua. Aamiin. Artinya kurang lebih begitu sih. Jadi gapapa kan ya, sering2 diucapin salam, kan doa :)~~ (jawab salamnya dalam hati aja. Kalau kenceng-kenceng, orang sebelah nanti bingung).

Oke, jadi, ehm, suatu malam saya membuka folder-folder lama saya. Dan terbukalah suatu folder dengan nama “CISAK”. Isinya… ada file word, pdf, yang berisi abstrak, jurnal penelitian, guideline acara, dan yang paling banyak adalah: FOTO-FOTO MANUSIA. #lebay. Yaudah, intinya saya jadi kepengen berbagi soal CISAK ini. Mana tahu bermanfaat, terutama buat yang lagi cari infonya, aamiin.

Dulu juga, beberapa orang suka nanya, CISAK itu apa, Al?

Well, CISAK adalah singkatan dari “Conference of Indonesian Student Association in South Korea”. Konferensi yang di adakan oleh perhimpunan pelajar Indonesia di Korea Selatan (Perpika). Udah, selesai. Yaudah, berarti blognya sudah selesai ya. I have told you what CISAK is.

(Gak gitu juga, sih).
Ya, CISAK itu salah satu konferensi yang bisa diikuti oleh pelajar (baik pelajar sekolah menengah, mahasiswa S1, S2, S3, atau misal freelance-researcher student). Pokoke yang punya riset dan risetnya mau ikut dipublikasikan di konferensi ini monggo daftar. Kalau arti konferensi sendiri itu apa? in detail.. ? Hayo pada tahu gak? Buat yang masih pada bingung-bingung sedikit, ini saya copas makna konferensi yang saya dapat dari daftar Q&A Wawancara LPDP (dan saat mempelajari ini pula saya baru tahu dengan jelas apa bedanya konferensi, seminar, simposium, dll. Sekaligus heran juga beneran ya ada yang pernah ditanya ini di wawancara LPDP…….).

Conference is a prearranged meeting for consultation or exchange of information or discussion (especially one with a formal agenda). A conference is pretty general and in fact could mean something with thousands of participants or something with just a few participants. None of these are hard and fast rules though. Conferences often features keynote presentations delivered to all attendees, as well as multiple break-out sessions. Attendees often expect to receive information about industry trends and developments.

Ya, intinya gitulah. #apasih. Jadi di sana akan ada pertukaran informasi (berupa pemaparan ide atau presentasi atau pameran poster) mengenai topik tertentu. Nah, di CISAK ini, informasi yang kita bagikan antar peserta adalah riset atau penelitian para peserta yang terpilih! Untuk apa? Untuk diambil manfaat dan inspirasinya, kemudian (siapa tahu) ada penelitian yang bisa diramu dan dikaji lebih lanjut agar terealisasi untuk pembangunan Indonesia yang lebih baik! Merdeka! #edisinasionalis

Cisak ini diadakan tiap tahun oleh PPI Korea Selatan (PERPIKA). Sampai tahun kemarin (2016), sudah memasuki CISAK yang ke-9. Tiap tahunnya CISAK akan menawarkan tema yang berbeda. Untuk tahun 2016, tema yang diangkat adalah..jreng jreng:

Certificate_Aliya Nur Zahira_1280

Dengan bidang penelitian / cluster ilmu :

cluster cisak

(Fyi, ini saya dapat dari web cisak yang terupdate (2017), tapi seinget saya, cluster ilmunya masih sama kok dengan cisak 2016).

Simpelnya (menurut penangkapan saya) sih gini: kamu-kamu yang punya ide penelitian dari 8 bidang tersebut, dan.. menurut kamu penelitian itu bisa banget bantu Indonesia maju di persaingan MEA, yuk ajukan penelitian mu ke konferensi ini. Dan mari bertemu, kolaborasikan ilmu dan dapatkan inspirasi dari teman-teman bidang lain, yang juga bercita-cita sama untuk Indonesia. #edisinasionalislagi.

Nah, alur keikutsertaan CISAK 2016 itu begini:

  1. kamu daftarkan dirimu atau timmu, dengan cara mengirimkan abstrak penelitian ke website yang diminta CISAK. Abstrak yang diupload wajib dalam bahasa inggris, dan mengikuti format yang ditentukan panitia CISAK 2016. Semua format ada di web. Jadi gak perlu panik kudu kirim kemana.

  2. Tunggu pengumuman berikutnya. Jika abstrakmu dinyatakan lolos, kamu akan dapat email congratulation! yeay! dan instruksi untuk langkah selanjutnya!

  3. Selanjutnya, kamu diminta mengupload full-paper ataupun extended abstract dari penelitian kamu itu. (Utk tahun lalu, sejak awal peserta sudah diberitahu bahwa hanya yang mengupload full-paper yang penelitiannya akan dipublikasikan dengan ISSN*cmiiw saya takut lupa).

  4. Kalau sudah, tunggu pengumuman selanjutnya. Kamu bakal nerima email notifikasi apakah kamu lanjut untuk presentasi dengan poster, atau oral presentation (ngomong di depan umum), jadwal dan pembagian ruangan, serta aturan presentasi dan pameran poster. Yang pasti semua harus in english. Walaupun kita Indonesia.

  5.  Nomor 4 udah? Yaudah, tinggal dipersiapkan semuanya. Siapkan bahan presentasi, siapkan keberangkatan, dana/sponsor, visa, dan lain-lain.

  6. Berangkat, dan selamat menikmati acaranya! Ada hadiah dan award juga untuk presenter-presenter terbaik *versi juri di sana.

  7. Paska acara, paper dan extended abstract terpilih akan dipublikasikan (ada yang ber-ISSN, ada yang publikasi biasa aja *eh tapi saya agak lupa sih yang ini. mohon koreksi). Belum setingkat scopus sih memang. But, well, your research got published, and it means you have shared some benefits to people who will read it in future 🙂

Kalau pengalaman saya, awalnya saya itu gak pernah tahu soal CISAK. Secara, selama kuliah jarang banget aware sama yang namanya konferensi, publikasi riset, dan lain-lain. Dan gak ada niatan untuk mempublikasikan skripsi / tugas akhir saya juga. Wis pokoke tugas akhir selesai, menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, bermakna, berkesan, berpengalaman dan berwawasan luas *lah jadi kayak kriteria rekrutmen karyawan-_-. Saya tahu CISAK pertama kali dari postingan salah seorang senior di jurusan saya di grup facebook himpunan! (aslina saya juga bukan yang aktif-aktif banget di himpunan. Cuma kadang-kadang suka ada insting yang tak bisa terjelaskan *sriiiing* gitu kalau ada notif yang ngepost-ngepost di grup himpunan, ih, kayaknya ni orang mau ngepost something interesting nih…). Nah pas pertama liat, yaudah, gak ada niatan juga buat ikutan. Paling cuma, wah kece nih kayaknya acaranya BUAT TEMAN-TEMAN saya yang suka ngelab tuh. Alhasil, saya save gambar posternya. Terus saya bagi-bagikan ke grup-grup organisasi (Unit Kegiatan Mahasiswa) saya ataupun teman-teman yang saya tahu mereka emang fokus ke riset. So I posted it with embel-embel “Izin share ya. Siapa tahu ada yang berminat nih ikutan.. 🙂 ” wkwkwk #gayabenerdah. Gapapa ya, yang penting niat saya baik (aamiiin). Oya! Waktu itu, status saya adalah fresh graduate alias baru lulus. Masih ngajar-ngajar freelance (sampe sekarang masih sih ini mah hehe).

Taaaaaapi, beberapa hari kemudian, gatau entah saya masuk angin atau gimana gitu ya, saya suka aja kepikiran acara itu. Terus kayak pingin iseng-iseng ah, coba daftar. Pengen tahu kayak gimana sih rasanya kalau ikutan acara kayak gitu (da aku mah apa atuh gak pernah ikut kayak gituan selama kuliah, anak pojokan aja). Akhirnya, beberapa hari menjelang penutupan pengiriman abstrak, saya iseng daftar dan upload abstrak tugas akhir saya (yang saya edit dikit-dikit englishnya). But, seriously, saya bener-bener gak ngarep lolos, gak ada niatan serius banget ikutan ini, dan gak ngerasa penelitian saya itu cucok untuk konferensi begini. Da gimana atuh, data hasil tugas akhir saya itu gak begitu bagus. Tapi yaudahlah ya orang cuma nyoba. Terus yaudah aja saya upload itu abstrak, TANPA KASIH TAHU PEMBIMBING SAYA wkwkwk. Saya upload tanpa beban sama sekali. Udah deh, selesai upload, saya tinggal aja. Maksudnya jarang saya pikirin dan jarang saya harap2kan kelolosannya. Waktu itu saya juga lagi menunggu pengumuman beasiswa STUNED dan monbukagakusho tahap awal (belum LPDP). Doa saya fokus ke dua ituuu terus. Buat cisak ini, kalau saya lagi inget saya cuma doa: Ya Allah, kalau memang CISAK baik untuk dunia akhirat saya, semoga lolos. Udah, hanya sekali apa dua kali ya saya doain itu…

Dan.. tanpa disangka-sangka, tanggal berapa ya saya lupa, Alhamdulillah saya dapat email pemberitahuan bahwa dari sekian ratus abstrak yang masuk (katanya tahun 2016 banyak banget yang masuk, lebih dari tahun2 sebelumnya), abstrak saya terpilih #walah. Kok bisaaaaa. Saya sama sekali gak percaya, dan sempet ketawa-ketawa heran juga dulu (tapi tetep bersyukur juga).

Nah, setelah pengumuman itu, saya jadi niat. Baru sekarang niatnya. Oke, kalau gitu saya harus mengusahakan untuk beneran ikut ini! *which means, beneran hadir ke Seoul. Gak ada salahnya kan ya, buat memperkaya pengalaman, wawasan dan apapun lah tentang dunia riset.

Yaudah deh. Setelah pengumuman email itu, ternyata ada peserta yang inisiatif bikin grup LINE untuk para peserta yang lolos abstrak. Yaudah saya gabung. Di sana ketemu temen-temen *lebih tepatnya, adik-adik tingkat dari ITB. Hanya bertujuh (sayangnya satu batal ikut :(, jadi yang ada di foto blog ini, alias yang hadir ke venue hanya enam). Dan..karena ada grup ini juga jadi arus informasi yang masuk berasa jadi lebih mudah karena banyak diskusi dengan peserta lain juga terkait persiapan.

Nah, sampai di tahap ini, kami semua segera menyiapkan full paper atau extended abstract yang diminta. Pluus, cari-cari sponsor atau dana, karena FYI, CISAK ini fully funded by participant! Lalu bagaimana kami (anak-anak ITB) ini mencari dana? Adik-adik tingkatku yang masih pada berstatus mahasiswa itu, ada yang dapat dana dari fakultas, dari LK (lembaga kemahasiswaan), ada juga yang biaya sendiri. Lah kalau saya yang udah gak berstatus mahasiswa gimana dong? Jawaban terkait fund management ada di blog selanjutnya (bagian 2) ya. Intinya, seperti yang saya bilang di awal, saya udah meniatkan, saya harus mengusahakan ini jadi! 🙂

Oke, lanjut. Setelah itu, tibalah pengumuman pembagian presentasi. Saya alhamdulillah dapat oral presentation (yang sama sekali gak saya duga lagi) *daan saya sendiriaan, gak pake tim, huhu*. Dua orang dari kontingen *Sok-sokan banget pake istilah kontingen* ITB dapat oral, selebihnya dapat poster.

(Oya, alhamdulillah setelah dinyatakan lolos abstrak, akhirnya saya memberitahu kedua dosen pembimbing saya, daaan kami bekerja sama kembali untuk memperbaiki full paper dan file power point saya. Duh, bersyukur banget punya dosbing seperti mereka. Alhamdulillah sangat fully supported me. Berkat saran dan kritik bu dosbing juga, 60 slide power point saya bisa dipangkas habis sampai jadi 20an slide saja hahahaha. Ibu dosbing udah memperhitungkan banget (mungkin karena udah pengalaman berkali kali ikut konferensi) dengan waktu 10 menit yang disediakan panitia, berapa slide (dan how to deliver it efficiently) yang kira-kira bisa saya sampaikan SAMPAI SELESAI KESIMPULAN-SARAN FINISH WASSALAM. Soale ya, menurut Ibu, duh, jangan sampai deh, kamu pas presentasi itu cuma sempet jelasin sampai metode (karena saking panjang dan detailnya). Terus distop. Itu BIG NO banget buat mabim Ibu dosbing saya ini. Oya.. dan saat itu juga saya baru tahu soal peraturan publikasi riset yang ada nama dosbingnya ke luar kampus wkwk #cupu. Untung saya ngasih tahu dosbing saya kan, coba kalau enggak…. bisa kena hukum gak ya saya wkwk…..)

Singkat cerita, semua persiapan selesai. Kami berangkat. Nah, terkait acara formalnya, jadi, CISAK ini hanya DUA HARI. Hari pertama diisi dengan seminar dan workshop tentang tema riset, karya ilmiah, gitu deh. Ada juga sesi sharing tentang kuliah di Korea Selatan (pembicaranya awardee beasiswa KGSP dan beasiswa profesor). Bagi saya sangat bermanfaat sih.. Hari kedua diisi dengan seminar dari keynote speaker yang diundang. Tahun lalu, pembicaranya adalah Pak Profesor Choirul Anwar (Penemu 4G) dan.. satu lagi Pak Profesor Trio, masih dari bidang Teknologi. Awalnya, pembicara satu lagi itu Pak Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng), tapi ternyata beliau batal hadir *padahal saya udah senang banget bakal ketemu beliau huhu. Ini foto kami (tim itebe) sama duo pembicara :

Btw, kedua bapak ini keren banget! Dari beliau – beliau saya jadi tahu perkembangan-perkembangan teknologi terbaru, yang ternyata beberapa dari itu sudah akan dikembangkan di Indonesia. Ini contoh-contohnya (di zoom dulu aja ya):

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan acara inti: Presentasi dan pameran poster.

Untuk peserta yang mendapat oral presentation, dibagi ke beberapa ruangan, sesuai cluster ilmunya. Setiap peserta mendapat presentasi 10 menit, dan 5 menit tanya jawab. Setelah selesai sesi presentasi, semua peserta diminta berkumpul kembali di aula utama, lalu sesi pameran poster dimulai. Untuk pameran poster, simpel aja sih konsepnya, jadi poster-poster peserta ditempelkan di dinding pameran. Peserta yang bersangkutan berdiri di dekat posternya dan bersiap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para pengunjung poster (kayak kita jaga stand lah).

Kurang lebih beginilah suasananya (oral presentation dan poster session):

Oh iya, CISAK 2016 ini pesertanya sekitar 100an orang (banyak, soalnya kan ada yang kerja tim juga), hampir semua peserta dari Indonesia. Ada juga mahasiswa-mahasiswa Indonesia (selain panitia) yang studi di Korea Selatan (mungkin mereka pingin nyari inspirasi riset juga). Tapi ada beberapa tamu dari Korea Selatan. Makanya poster dan oral presentation semuanya harus dalam bahasa Inggris. Tempatnya di Hi Seoul Youth Hostel.

Setelah semua rangkaian acara beres, ya…acara penutupan, hehe. Salah satunya pengumuman peserta-peserta terbaik. Ada Best Oral Presenter, Best Poster, dan yang paling bergengsi Best Paper. Alhamdulillah rombongan ITB dapat satu, Best Poster, yang diwakili oleh Tim Iki dan Haris (dari prodi Teknik Perminyakan dan Teknik Kimia — tapi yang dibahas di poster adalah geofisika *nyambung kok nyambung tenang haha). Pemenang dapat hadiah dari sponsor which is BNI cabang Seoul. Yeaay selamat, Alhamdulillah. Ini dia mereka:

P_20160904_171505

Yaudah deh, acara formalnya selesaaai. Ditutup dengan foto bersama as usual:

1473466150099

 Ya maap yak kalau fotonya (kursinya) agak berantakan wkwk. Maklum, semangat muda #apacoba.

Oh ya, ada yang ingin saya sampaikan sebenernya. Jadi, hmm.. beberapa kalangan mungkin menganggap bahwa acara konferensi seperti ini itu ya belum ada apa-apanya dibanding konferensi internasional yang benar2 internasional, dan apalagi yang publikasinya sama scopus. Ya memang sih.. Tapi, in my humble opinion, terutama buat orang kayak saya haha, *yang masih pemula*, acara semacam ini boleh banget dan cukup baik+berharga untuk diikuti, sebagai salah satu loncatan awal untuk mengetahui tentang dunia riset. Memulai sesuatu dari NOL, atau memulai sesuatu dari hal -yang katanya- kecil, juga gak ada masalah kan. In syaa Allah kalau konsisten dan terus menerus memperbaiki kualitas diri dan ilmu, progres dan hasilnya akan besar juga. Aamiin. Apalagi ditambah pengalaman bertemu dengan teman-teman dari penjuru nusantara, dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu, berbagai macam riset yang keren-keren idenyaaa, juga bisa ketemu dan sharing tentang kuliah di luar negeri sama mahasiswanya langsung, wah..in syaa Allah bakal bermanfaat banget. Semuanya tergantung bagaimana kita memaknai setiap nikmat yang udah dikasih ke kita, kan? Hehe. Satu hal yang mungkin ingin saya usulkan untuk cisak 2016 yang mengusung tema “knowledge collaboration” ini sihhh, pengennya mah, paska acara ada gitu tindak lanjut dari kumpulan-kumpulan riset ini. Jadi tidak hanya dipublikasikan, tapi juga mungkin ada beberapa riset yang benar-benar bisa dikolaborasikan dan direalisasikan oleh teman-teman peserta sepulangnya kembali ke indonesia. Jadi ‘kolaborasi’-nya itu lebih terasa hehe. Oke, gitu aja 😀 Hehe.

Okaaaay, jadi.. Ngobrolin CISAK bagian 1-nya sudah selesai! Buat kamu-kamu yang tertarik ikut CISAK 2017, go open and check cisak.perpika.kr . Deadline extended abstractnya sampai 2 April 2017 kalau gak salah baca. Pelaksanaannya di bulan Juli 2017. Buat yang mau pake dana pribadi, bisa banget nabung dari sekarang dan cari-cari info tiket pesawat murah meriah. dari kapan…? dari sekarang 🙂

Terus, emang di bagian 2 mau ngomongin apa?

Nahh.. daritadi itu kan saya sering banget nyebut “acara formal” ya… Ya karenaaa memang bagian satu ini saya dedikasikan untuk nyeritain hal-hal formal tentang cisak wkwk. Yang agak-agak seriusnya lah. Nah, di bagian dua nanti, in syaa Allah saya mau bercerita tentang “Printilan CISAK”, which means acara non formal yang kami buat-buat sendiri (alias tour / jalan-jalan di Seoul, dsb), time management (karena kami di sana cuma 3-5 hari including waktu perjalanan di pesawat, ya gimana caranya kami bisa nyempetin refreshing di tengah-tengah acara CISAK yang tiap harinya dari pagi sampai maghrib), fund management-gimana kita ngehemat dana, apalagi kalau pake uang pribadi-, sampai cerita-cerita seru yang kami dapatin dari berinteraksi sama orang-orang koreaaa yang hitz banget kalau di Indonesia.

Oke, see you! 🙂

Wassalamu’alaykum.

 

Advertisements

3 thoughts on “Ngobrolin CISAK #1: Apa itu CISAK?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s