KMGP – Ketika Mas aGen-JNE Pergi

“KMGP – Ketika Mas aGen-JNE Pergi” #maksa

#latepost #kontrolemosi #manajemenemosi
#tiki #JNE #posindonesia
#positivethinking #sangkabaik #terusbelajar #proactive

Kira2 sebulan yang lalu, saya mau mengirimkan sebuah dokumen dari salah satu agen JNE / Tiki di Cibinong, Bogor.

Waktu itu hari Ahad/minggu, rada was2 juga sih buka atau enggak ya. Masalahnya dokumen ini harus tiba di tujuan (Jakarta) keesokan harinya (deadliner-mode-on hehe). Karena kata Om saya buka, akhirnya kurang lebih jam 1 siang saya berangkat ke agen terdekat.

Sampai sana, agak kecewa sih ternyata pintunya tertutup dan ada tulisan “sedang keluar sebentar”. Alhamdulillah-nya kata penjual2 makanan di sekitarnya, memang buka kok agennya, sampai malam bahkan. Tapi mereka sendiri pada gak tahu orangnya kemana. Katanya sih udah agak lama. Ada yg bilang juga, “paling ke bank neng”. Tapi saya mikir, lah emang ada bank buka hari minggu? Wkwk.

Akhirnya saya nunggu sampe sekitar jam setengah 2, daan orangnya gak datang2 juga. Dalam hati teh udah kezel. Mikirnya “mungkin istirahat kali ya.. Tapi ya ko istirahat nya molooor (kebiasaan di beberapa tempat di Indonesia). Apa emg jam istirahat agen ini sampe setengah dua gitu?”. Saya nanya kontak telepon orangnya, penjual2 sekitar juga gak ada yang tahu (waktu itu belum kepikiran untuk cek nomor telpon di spanduk). Wis saya tunggu lagi sampe 2 kurang seperempat.

Fiuh karena gak datang2 juga, plus udah agak kesel, dan di rumah sodara dititipin jagain nenek, yaudahlah saya tinggal aja.. Dalam hati teh ngedumel dan berniat rada tegas sama si penjaga agen saat nanti saya datang lagi dan ngasih dokumennya (wkwk sebenernya aslinya jarang banget kejadian beneran saya bisa marah2 ke orang). Saya meniatkan pokoknya harus tetap ngomong, biar jadi pelajaran ke agennya.

Sampe saat itu dan saat di rumah, saya memang masih kesal, tapi di sisi lain, saya coba tetap berpikir jernih dan memikirkan setiap kemungkinan yang ada plus tetap bertahan untuk tidak meledakkan amarah. Saya berpikir, udah-udah, tetep mencoba tenang, dan yaa….siapa tahu agennya lagi ada keperluan yg urgent banget…
Dan sekalian berpikir juga apa mungkin sayanya yang kurang inisiatif nyari kontak si agennya?… (Lagian suruh siapa juga nge-deadliner wkwk *tapi semua ada hikmahnya~#eaa)

Sampe akhirnya, saya putuskan agar nanti, saya diam dulu saja sambil memperhatikan apa yg akan dilakukan dan disampaikan mas penjaga agen. Intinya jangan sampai saya tiba di sana terus langsung meledak-ledak gak karuan wkwk.

Sekitar pukul setengah empat sore saya kembali lagi ke agen. Dan…….. Kondisi pintu masih terkunci seperti tadi siang. Bedanya penjual2 sekitar sudah banyak yang pulang..
Sambil menarik napas panjang plus nahan emosi jiwa (wkwk), tanpa babibu saya langsung liat nomor kontak yang ada di spanduk, dan meneleponnya (kenapa gak kepikiran tadi siang coba ya…).

Saya lupa sih tepatnya apa aja yang saya sampaikan. Intinya saya tanya, ini agen jne/tiki yang di cibinong bukan..saya bilang saya ada di agen mau kirim dokumen, tadi siang sudah ke sini tapi gk ada juga. Si mas penjaga langsung minta maaf dan meminta saya menunggu sebentar, karena beliau akan segera ke agen.

Daan finally, si mas penjaga datang naik motor sambil agak terburu2 membukakan pintu. Pas ngeliat saya, masnya menundukkan kepala sambil senyum sedikit (agak kikuk). Waktu itu saya mencoba memasang wajah agak datar dulu sambil senyum sekadarnya.
Saya masuk……dan sambil agak nahan napas #eh, gak deng, nahan emosi kali ya.. Saya mengulang bahwa saya tadi siang sempat menunggu sekitar 1/2 – 3/4 jam, tapi gak ada orang juga.
Dan…..masnya pun bercerita…..ternyata…pada suatu hari… #eaaa. Oke. Jadi kata beliau tadi pagi dia ketemu saudaranya. Saat lagi asyik2 nya ngobrol, tiba2, gak ada angin gak ada apa, saudaranya itu meninggal di tempat. Duaar kaget kan dia…terus langsung deh sampai detik itu tadi, mas nya ngurus ini itu untuk almarhum. Dan barusan masnya baru aja dapetin mobil pinjeman buat urusan ini.
Drrrr…fiuh, innalillaahi wa Inna ilaihi raaji’uun.

Alhamdulillah. Saya lega. Alhamdulillah, gak jadi meledak2 marah ya Allah :’D. Daripada bikin sakit hati si mas.
Setelah si mas bercerita saya menanggapi secara singkat aja.., “ooh…, ohh gitu mas..”. Yang ditanggapi lagi sama masnya yang berkata, “emang ya, usia tuh gak ada yang tau. Bisa ya, neng/Teh (lupa saya), orang tiba2 gitu meninggal. Kaget saya, padahal awalnya lagi ngobrol neng, beneran…ngobrol biasa…”… Saya tanggapin lagi.., “hoo iya ya mas..”.. Oya ini kami ngobrolnya sambil masnya menuliskan data dokumen saya ya hehe, jadi bukan berarti malah jadi asyik ngobrol wkwk.

Akhirnya setelah si mas selesai menceritakan itu, saya diam saja sambil memperhatikan sisa kerjaan si masnya. Alhamdulillah masnya juga melayani dengan baik. Pas saya bilang, ” mas ini bisa sampai besok kan? Siang sebelum jam Kantor tutup bisa?” Masnya mengiyakan, pake paket YES katanya. Saking deg2annya karena pentingnya dokumen ini, pas udah keluar beberapa sentimeter (wkwk) dari agen, saya balik lagi dan nanya, “mas bener kan sampainya besok? Besok siang ya mas”. Masnya tertawa kecil sambil jawab iya (in syaa Allah ya mas hehe).

Sempat terpikir apakah masnya bohong?
Yah bohong atau tidaknya, it’s none of my business. Seperti yang saya pos sebelumnya di Instagram dan Facebook saya , tugas dan hak kita itu cuma berbaik sangka.
Kalau dari gelagat sih gak terlihat seperti bohong.

Dari kejadian kecil ini, saya dapat pembelajaran luar biasa lagi tentang bagaimana pentingnya mengelola emosi, ketenangan dan pikiran positif. Semakin yakin, bahwa pikiran negatif, emosi negatif (marah2), su’uzhon (prasangka buruk; terlepas benar atau tidaknya sangkaan kita) dsb itu gak lebih banyak membawa manfaat. Dan satu lagi, saya kembali belajar dan diingatkan tentang salah satu poin 7th habits yang dipopulerkan sama Stephen R. Covey: “Be proactive, not reactive.” Sebelum menentukan mau bereaksi seperti apa terhadap suatu kondisi, akan sangat lebih baik jika kita tabayyun (klarifikasi) terlebih dahulu. Tarik napas dulu, ambil sekian detik/menit untuk berpikir segala kemungkinan dan/atau akibat tindakan yang direncanakan akan diambil. Jangan lupa bagi yg Muslim, saat menahan amarah, keep istighfar, dan tetap coba berpikir jernih..
Jikalau saya bisa lebih tenang saat menunggu di jam siang, mungkin saya bisa aja langsung inisiatif nelpon nomor yang ada di spanduk. Kan bisa lebih hemat waktu, gak usah datang lagi sorenya. Sayangnya, dan alhamdulillah nya saya baru lihat nomornya pas di sore hari (kalau gak, mungkin akan berkurang pembelajaran untuk sayanya :D)
Pembelajaran lainnya apa? Lain kali jangan deadliner, Al :p

Oh iya, terakhir, seharusnya sih untuk pembelajaran utk mas2 dan agennya, saya tetap mengingatkan atau memberi saran, ya…?..Supaya kejadian di-PHPin kayak saya ini gk keulang lagi, meskipun memang alasannya urgent kayak sekarang ini. Karena bagaimanapun juga, itu adalah pekerjaan/amanah mas penjaga. Tapii saya gak ngomong heuheu, karena pingin pulang cepat #dasar. Bagi para pembaca yg lebih pintar dan berani, monggo kalau dapat kejadian kayak gini diingetin juga ya mas2nya hehehe.
Yowis saya coba kasih saran lewat sini sekalian, Siapa tahu ada agen tiki/jne lain yang nyangkut/lewat wkwk. Mungkin tempelan notes di depan pintu jangan hanya bilang “sedang keluar sebentar”. Seriuuusslah itu bikin PeHaPe pisan heu…..katanya sebentar haha. Tempellah kalimat lain yang lebih bisa menggambarkan keadaan si mas2 penjaga sebenernya. Atau kalau perlu langsung ditulis, ” jika mendesak, hubungi: 0819xxxxx” di depan pintunya (eaa ini mah maunya aja, biar cepet). Tapi yaa sebenernya di spanduk udah cukup sihh. Biar lebih keliatan aja mereunnya.. Atau…minta digantikan sama saudara/rekannya, biar agennya tetap ada yang jaga ๐Ÿ˜€

Oke,
Cukup sekian Dan terimakasih.
Burung irian dan cendrawasih.

#eh kebalik ya.

Semoga cuap2 ini bermanfaat :’ buat pengingat ke diri saya sendiri yang kadang masih suka panikan atau reaktif~ (serius, nulis itu bikin ingatan terhadap sesuatu makin nempel di otak. Biar saya makin inget akan kenangan ini#ceileh), dan siapa tahu bisa jadi media saling mengingatkan satu sama lain. Aamiin.

Happy Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan 1437 H. Semoga…..kita bisa mencapai kriteria taqwa + menjadi orang yang lebih baik lagi paska Ramadhan ini :)) Aamiin.

Sekalian izin off sekitar 10 hari-an dari dunia Facebook dan Instagram. Line, WA, dan email mungkin slow response.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb. ๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s