Bicara Cinta #1: Katanya Cinta Dalam Diam

Cinta dalam diam…
Sekarang ini, banyak orang mengatakan “Say No To Pacaran”, #UdahPutusinAja, JOSH (Jomblo sampai Halal) dan kalimat sejenisnya. Alhamdulillaah, berarti baik dong ๐Ÿ™‚
Ya iyalah, masa’ Ya iya dong. yang ada kan SekoLAH, masa sekoDONG. #eh #salahfokus. oke, kembali ke postingan..

tapi buat kamu para aktivis “say no to pacaran”, #UdahPutusinAja dan sejenisnya tadi, ada fenomena yang harus diwaspadai nih…yaitu, “Cinta Dalam Diam”.

Beberapa waktu lalu-yang sudah cukup lama sebenarnya-, saya sering mendengar tentang fenomena “Cinta Dalam Diam”.
Seorang perempuan atau laki-laki yang saling menyukai karena fitrahnya (saling tertarik-red.), dan sudah paham serta yakin untuk tidak mengekspresikannya dalam bentuk pacaran, biasanya bisa mengalamami fenomena ini. Mereka saling diam dan mendoakan sang lawan jenis dalam tiap sholatnya. Contoh do’anya gini:

wiih, keren yaa.. romantis gimana gituu.. Dua orang yang saling menjaga hati dan menahan nafsu, do’anya melesat tinggi, bersatu di langit. Tanpa saling mengetahui satu sama lain, tapi didengar oleh Allah Sang Maha Pemilik Cinta..

Akan tetapi kawan-kawan, kenapa tadi saya bilang harus diwaspadai..
Usut punya usut, ada beberapa pihak yang salah mengartikan cinta dalam diam ini.

Ya, cintanya ‘diam’, dan rajin mendo’akan sang lawan jenis. Tidak diungkapkannya karena tahu belum halal, TAPI ia begiitu rajin meng-kepo-kan akun medsos si lawan jenis. Baik facebooknya, twitternya, blognya, dan lain-lain. Sampai semua kegiatan dan kesukaannya ia tahu diam-diam. Waktu onlinenya, saudaranya, teman dekatnya, postingan yang biasanya dia post, dan sebagainya, dan sebagainay. Bahkan ada yang sampai membuat sebuah cerita yang berisi harapan-harapan bila nanti ia bisa hidup bersamanya.

Kawan, sejatinya cinta dalam diam bukan seperti itu.. ๐Ÿ™‚

Cinta Dalam Diam yang asyik dan mantap, bisa kita lihat dari yang dicontohkan oleh Bunda Fatimah, di mana ia serahkan rasa cintanya pada Allah saja. Dalam tiap do’anya, beliau sampaikan agar dijaga rasa cinta tersebut di jalan yang benar. Agar beliau tidak terlena. Tidak dengan meng-kepo-kan segala aktifitas Ali bin Abi Thalib yang dikaguminya, mengubek-ubek urusan pribadinya, bahkan sampai membayangkan, hiks.. Astaghfirullaah, na’udzubillaah ya..

Kenapa Cinta Dalam Diam harus seperti itu?
salah satunya… karena bila cinta itu kita serahkan pada Allah yang Maha Memiliki Cinta dan Hati kita, kita luruskan niat kita, in syaa Allah di akhir nanti, kalau dia tidak jadi sama kita, kita tidak akan kecewa atau sedih…:) gak akan ada tuh yang namanya patah hati. #eaa. Kan tujuan kita mah ridho Allah, bukan orangnya. Kalau dia gak jadi sama kita ya sudah, berarti bukan yang terbaik menurut-Nya. Gak akan masuk neraka juga kalau gak jadi sama dia kan, hehe. Kalau pun ia jadi sama kita, in syaa Allah lebih berkah, penuh kesyukuran di atas kelurusan niat untuk beribadah bersama dalam bahtera rumah tangga.. ๐Ÿ™‚ Aamiin, Aamiin YRA..

Karena kita saling mencintai, saling membangun rumah tangga, tujuannya hanya satu, menggapi ridho-Nya. Bukan ‘siapa orang’-nya yang kita bidik, tapi ridho-Nya.

Ya Allah, berikanlah aku seorang pasangan yang hatinya selalu tertaut pada-Mu, yang dengannya aku bisa semakin dekat dan ingat kepada-Mu, yang bersamanya, akan kami gapai ridho-Mu melalui perwujudan sebuah peradaban Islami, yang berawal dari sebuah kelompok kecil bernama keluarga ๐Ÿ™‚

SO, mau pilih mana? Cinta Dalam Diam versi kepo, atau Cinta Dalam Diam versi Bunda Fatimah? ๐Ÿ™‚
Yang sudah terlanjur pernah memilih versi kepo, belum terlambat untuk beralih action! YUK, sama-sama kita berubah menjadi makhluk yang selalu lebih baik di mata-Nya. Jangan lupa do’akan juga hal tersebut (dan semua yang baik2) buat jodoh kita (yang kita tak tahu siapa).
Indah banget ya, dua orang yang tak saling mengenal, tak saling tahu, tapi saling mendo’akan penuh kekhusyukan… Mudah-mudahan di-ijabah oleh Allah, Aamiin. Ciee #eh.

Image

Cinta Dalam Diam, versi Bunda Fatimah dan Ali bin Abi Thalib. Yuk, JIHAD lawan hawa nafsu! (sumber: http://3.bp.blogspot.com/-_hKL81k_5bs/UBQkmGxU8bI/AAAAAAAAAMQ/r0mZPaXUtwM/s320/536451_292220114185851_273323862742143_660290_1095306416_n.jpg)

credit to/pustaka: buku “Jodoh Dunia Akhirat”, by teh @fufuelmart dan kang @canunkamil. Jazaakumullaah atas ilmunya akang teteh ๐Ÿ™‚ semoga berkah hidup dan cintanya, mengantarkan sampai ke surga-Nya, Aamiin.

Wallaahu a’lam bish-shawaab.

Next blog about love, kindly you can read:ย Bicara Cinta #2: Cara Jatuh Cinta (Talk about Love)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s