BUKUKUTARU (ChallengeTM#5)

Gedebug!

Selalu begitu. Tiap kali ia meletakkan satu buah buku di salah satu bagian tubuhku, bunyi itu selalu terdengar. Entah bukunya sempat jatuh sebelum diletakkan, atau ia yang tersandung. Biasanya, kalau ia yang tersandung, suara gedebug itu pasti diakhiri dengan tawanya. Ya, tanpa menangis sedikitpun.

Oh iya, aku berlum berkenalan rupanya. Perkenalkan, aku adalah sebuah konstruksi kayu yang dilapisi cat berwarna biru, dengan tiga bagian tubuh yang sangat kubanggakan. Kau tahu kenapa? Yah, ikuti saja terus ceritaku dan kau akan tahu kenapa.

Bagian-bagian itu adalah kepala, badan, dan kakiku. Kepalaku, tentu letaknya paling atas dari bagian lainnya. Kemudian badanku terletak di tengah-tengah, dan terakhir bagian kakiku yang terletak di paling bawah. Kesemua bagian tubuhku itu memiliki kesamaan, yaitu berlubang. Yap, setiap bagian itu kosong dan lowong. Sehingga memudahkan setiap orang yang ingin meletakkan barangnya di sana. Termasuk orang yang tadi.

Ia selalu meletakkan barang yang sama di ketiga bagian tubuhku. Bentuknya segi empat, ukurannya bermacam-macam, ada yang kecil, sedang, dan besar. Tebalnya pun beragam. Awalnya aku tak tahu apa namanya, tapi ia sering mengucapkan kata, “buku..”, “bukuku..”. sehingga aku berkesimpulan, bahwa, oh, ternyata nama barang ini adalah buku. Dan kalimat yang paling sering ia ucapkan adalah, “buku-ku-taru..” Aku tak tahu apakah itu benar atau tidak. Karena aku hanya menyampaikan dari apa yang bisa kutangkap sekedarnya. Entahhlah, aku yakin kau lebih mengerti apa maksudnya.

Aku hafal sekali. Dalam sehari bisa enam kali ia menaruh barang bernama buku itu di ketiga bagian badanku. Kadang di kepala, badan, atau di kaki. Tak beraturan. Ia menaruhnya sembarangan, sesukanya. Ia selalu menuju ke arahku dengan berlari, begitu juga saat meninggalkanku. Itulah yang menyebabkan suara gedebugitu selalu hadir.

Tahun demi tahun berganti. Aku tetap seperti ini. dan aku tetap di sini. Posisiku tidak pernah berubah. Aku diletakkan di depan sebuah pagar kayu, yang tepat di belakang pagar kayu itu, terdapat sebuah tangga. Tangga itu lah yang selalu dinaiki dan dituruni oleh orang itu saat mau meletakkan buku di tubuhku.

Orang itu tetap rajin mengunjungiku. Tapi kali ini ia telah berubah. Tinggi badannya menjulang tinggi, tidak seperti dulu ketika suara gedebug itu selalu ada. Dulu, tingginya bahkan lebih rendah dari ujung kepalaku. Namun sekarang, setiap ia mau meletakkan buku, ia harus menunduk dahulu, sampai kepalanya memiliki tinggi yang sama dengan ujung kepalaku.

Penataan bukunya pun jauh lebih rapi. Yang ukurannya lebih kecil, biasanya ia taruh di bagian kakiku. Sedangkan yang lebih besar, ia taruh di bagian badan dan kepala. Aku memang tak pernah tahu apa sebenarnya isi buku-buku itu. Yang kutahu, semakin lama, buku-buku itu semakin tebal saja. Kecuali buku yang berukuran kecil-kecil di bagian kakiku.

Hal yang tak berubah darinya adalah, ia masih suka tertawa. Ya, setiap kali ia meletakkan sebuah buku, dan kemudian meninggalkanku, suara tawa cerianya tak pernah lepas. Sepertiya ia memang senang sekali dengan benda bernama buku ini. Hmm, aku jadi penasaran, apa sih yang menarik dari benda bernama buku ini. Kau tahu tidak? Kalau iya beritahu aku dong..

Waktu semakin berlalu. Hei, kini posisiku sudah berubah! Setiap kali kudengar suara seperti, “Kukkuruyuukk..”, orang itu langsung membukakan pintu di seberangku. Tak sampai berjam-jam, masuklah seberkas sinar kuning menerpa tubuhku serta lantai-lantai di sekelilingku. Wah, beda sekali dengan ketika aku masih di atas dulu. Di atas tak seterang ini. Baru kali ini aku menemukan sinar seterang dan sehangat ini. Sinar apakah ini, kawan?

Buku-buku yang biasanya ia taruh pun kembali berubah penataannya. Lebih rapi dan lebih padat. Di bagian kepala, buku-bukunya tebal dan tinggi. Di bagian badan, buku-bukunya tidak setebal dan setinggi itu, dan banyak berkas-berkas kertas yang ia masukkan ke dalam sebuah kantung, yang acapkali ia sebut, “map”. Di bagian kaki, buku-buku kecil masih bertahan, tak banyak yang ia pindahkan.

Dan.. hei, kini aku tahu buku apa yang ia simpan di sini! Hehe, ah bahkan aku tahu lebih dulu daripada kamu. Mau kuberitahu?

Apa, kau heran karena aku bisa tahu? Ya, aku bisa tahu karena suatu hari ia mengatakannya padaku. Ups, bukan padaku sih, pada temannya, lebih tepatnya.  Ia mengatakannya tepat di depanku, sehingga aku masih bisa menangkapnya. Yah, walau mungkin yang kutangkap tak sempurna, tapi aku yakin kau lebih bisa menerjemahkannya.

Katanya, buku-buku yang ada di kepalaku ini namanya, “Bu-ku-pe-la-ja-ran-es-em-a..”. Nah, kau paham? Kalau aku hanya bisa menangkap dan mengetahuinya. Tapi, kau pasti tahu maksud dan isinya–sedangkan aku tidak, huhu–. Tapi tak apalah, tak begitu penting juga buatku. Di bagian badan, isinya, “Bu-ku-dan-so-al-u-ji-an-ma-suk-ku-li-yah..”. Sedangkan, di bagian kaki isinya, “bu-ku-bu-ku-ca-ta-tan-sa-jah..”

Hari ini pun, kulihat ia menaiki sebuah kursi dan menggantungkan suatu papan di atas pintu yang terbuka itu. Papan itu sepertinya bertuliskan sesuatu, yang kau tahu aku tak bisa membacanya. Ya, aku kan daridulu hanya bisa mendengar dan melihat, kau tahu itu, kan? Sampai akhirnya ia melompat gembira dan meneriakkan sebuah kalimat. Kutebak, sepertinya itulah tulisan yang tertera di sana. Dan hei, ternyata tulisan itu adalah kalimat yang selalu ia ucapkan ketika tinggi badannya masih lebih rendah dari kepalaku. Ya, “bu-ku-ku-ta-ru”.

Hm, aku tak tahu apa artinya. Yang kutahu hanya.., sejak hari itu, banyak orang-orang bertinggi badan sedang, masuk berlari-lari ke dalam. Membawa seonggok tas, dan beberapa buku. Tak jarang kulihat mereka mengambil tangan orang yang selalu menggunakanku itu, dan menciumnya sambil berkata, “makasih, bu guru..”

(Bukukutaru , maksudnya= bukuku kutaruh.. *diucapkan oleh tokoh ketika masih kecil)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s